sementara ingat lagi mimpi..
di sela diam, kau bilang mimpimu rusak. kuputar ulang daftar mimpimu, seperti pita kaset yang terbawa rotasi pensil, kata-katamu persis yang dulu kau pernah lontarkan kepadaku. aku ingin bilang mimpimu pasti terwujud semua, tapi aku takut juga kalau aku tidak bisa membantu apa-apa, jadi kupilin ujung bibir dan kukunci rapat sebelum redup matamu berpaling dari kalimat penghiburanku.
sementara lupakanlah rindu..
aku melihatmu hanya sesekali dan kau seperti tidak sadar, seperti tidak kehilangan. mungkin kau melihatku lebih sering daripada aku melihatmu, atau hatimu mungkin lebih penuh daripada aku, atau kau mungkin tidak lebih cinta daripada aku. aku tidak pernah benar-benar menjadi bagian dari sesuatu, jadi kurasa, kalau ini hanya soal dirindu, mungkin aku bukan juga bagian dari dirimu.
sementara akan kukarang cerita tentang mimpi jadi nyata..
aku bisa saja mengarang tentang bagaimana kau akan menjemputku pulang dan kita makan malam bersama. atau bagaimana kita bertepuk tangan saat lagu kesukaan selesai dimainkan. atau bagaimana kau mendapatkan pekerjaan yang kau inginkan. atau bagaimana kau akhirnya bisa memainkan satu lagu kesukaan. atau bagaimana kau berhasil membawaku ke restoran dambaan. atau bagaimana kita telentang membaca buku di lantai depan rak saat hari sedang panas. atau bagaimana kau berkemah di halaman rumah dengan anak kesayangan. atau bagaimana kau akhirnya memasang speaker idaman di ruang tengah. cerita tentang bagaimana kau menjalani detik, bahkan pada setiap interval di antaranya, sesuai dengan apa yang kau ingin. ini akan jadi karangan yang membosankan karena terlalu bahagia, tapi siapa peduli? ngomong-ngomong, apa kau tahu daftar mimpiku?
percayalah hati lebih dari ini pernah kita lalui, takkan lagi kita mesti jauh melangkah..
sementara, kadang aku ingin bertanya apa kau sudah lelah.




